Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aku dan Opini

Harapan

Harapan  [ha·rap·an] -  bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pernahkah kau berharap? tentu pernah, tak usah kau menghindari jawab iya untuk pertanyaan itu. Semua orang pernah berharap, dan semua orang berhak untuk berharap. Harapan menjadi jalan bagi banyak umat manusia untuk dapat menyusuri hidupnya, harapan menjadi alasan bagi hampir semua orang untuk bersemangat dalam menjalani hidupnya.  Harapan menjadi kosa kata universal, yang dapat diamini oleh semua jenis orang dimuka bumi ini, darimana pun asalnya, apapun kepercayaannya, hingga yang memilih untuk tak percaya sekalipun. Dengan memiliki harapan, ada tujuan dalam menjalani hidup ini. Setiap harapan, memiliki dasar yang membangkitkannya, yang menjadi topangan berdirinya. Setiap orang tentu memiliki alur yang berbeda dalam memunculkan harapan ini didalam dirinya. Mungkin sebagian dapat berharap hanya kare...

Ia

Bapa Engkau mengenalku Lebih dari siapa pun Engkau tahu ceritaku Dan isi hatiku Tak peduli masa lalu Engkau tetap memilihku Ubahkanku, sempurnakan Jadi karya yang indah Kini aku percaya Tiada yang mustahil bagi-Mu Kuasa-Mu, kuatkanku Dasar kuberharap Kini aku berserah Pada rancangan-Mu bagiku Kuikuti panggilan-Mu Ku kan setia Sampai akhir hidupku Aku kan setia pada-Mu, Yesus Aku kan setia, untuk panggilan-Mu padaku Kini aku percaya tiada yang mustahil bagi-Mu Kuasa-Mu kuatkanku, dasar ku berharap Kini aku berserah pada rancangan-Mu bagiku Kuikuti panggilan-Mu ku kan setia sampai akhir hidupku Kuikuti panggilan-Mu ku kan setia sampai akhir hidupku Headset terpasang dikedua telingaku, terhubung ke sebuah laptop yang sudah menemaniku kurang lebih 3 tahun ini. Dengan sengaja aku memutar (kembali) sebuah lagu yang selalu berhasil membuatku terdiam dan  mengajakku untuk merenungi bait demi bait bahkan sampai pada setiap kata demi kata yang tersurat dari untaian liri...

Harga sebuah nafas

Laptop udah mati dan terlipat kurang lebih 3/4 jam yang lalu. Suara motor dan mobil sudah mulai senyap, menanda hari sudah masuk pukul 10 malam. Sheilla on 7, Samsons, Bondan dan beberapa lagu dari band-band jaman smp-sma ku terdengar dari handphone oppo berusia 1 setengah tahun ini. Niat ku ingin tidur lebih awal setelah belajar tadi, urung seketika saat aku membaca deretan postingan di Instagramku. "Turut Berduka Cita", headline yang banyak muncul saat itu. Sebelumnya, hari ini ada 4 berita besar yg meramaikan timelineku, dari politik dan olahraga, salah satunya "derby" klasik sepakbola negeri ini, Persib melawan Persija, yang memang euforianya begitu terasa dikota ini. Awalnya tak ada yg lebih dari event tersebut, dimana pertandingan berakhir dengan kemenangan tim kota ku. Namun, detik ketika aku membaca berbagai postingan duka tersebut, memberitahukan bahwa "ada yang lebih besar" daripada kemenangan itu. Yak, ucapan duka tersebut ternya...

Aku, pribadiku

Aku adalah siapa Aku Menilik kata tersebut mungkin sedikit membingungkan bukan? Ya, di tulisan kali ini aku akan sedikit menumpahkan apa yang ada dipikiranku mengenai kepribadian. Kita semua tentu memiliki masing-masing kepribadian yang berdampak pada apa yang kita lakukan, pikirkan dan itu semua berhilir pada bagaimana posisi kita dalam konteks sosial dimana kita berada, atau bahkan menjadi alasan bahwa kita berada di posisi saat ini.  sebuah kepribadian umumnya terbentuk dari tempaan yang tersistematis, dimulai dari kita lahir, dibesarkan, tumbuh menjadi pribadi yang otonom, kemudian benar-benar hidup sebagai sebuah pribadi utuh yang punya dampak dan peran bagi sekitarnya, ya setidaknya begitulah? tapi apakah benar seperti itu?? sejujurnya aku sendiri tidak punya teori yang menjamin bahwa ketika aku mengiyakan itu, aku tidak berada di posisi yang salah. untuk itu mungkin aku memiliki teori sendiri atau mungkin lebih mengarah ke opini pribadi, dimana posisi ku sebagai...

Indonesia(?)

Indonesia tanah air beta... Pusaka abadi nan jaya... Indonesia sejak dulu kala... Slalu di..puja-puja bangsa... Disana..tempat lahir beta... Dibuai dibesarkan bunda... Tempat berlindung dihari tua... Sampai akhir menutup mata... Sunggu indah tanah air beta... Tiada bandingnya di dunia... Karya indah Tuhan Mahakuasa.. Bagi bangsa yang memujanya Indonesia ibu pertiwi... Kau kupuja kau kukasihi... Tenagaku bahkan pun jiwaku... Kepadamu rela kuberi... P ernah mendengar lagu diatas? ah kurasa hampir semua kita, manusia yang dilahirkan bahkan besar di tanah Indonesia ini sudah pernah mendengar atau bahkan menyanyikan alunan lagu tersebut. Lagu yang indah, dengan lirik sederhana namun berat jika kita telisik lebih dalam...bermakna. Sssst..tapi tunggu dulu, dari untaian lirik tersebut, benar ga sih semuanya memang pantas diucap, jujur dari hati dan tanpa membohongi nurani? Hmm....atau itu hanya ungkapan basa-basi, pujian kosong yang dibungkus gaya bahasa hiperbola sem...